Page 5 - Majalah Keimigrasian Bhumipura Edisi VI Tahun 2018
P. 5

Keniscayaan Teknologi Imigrasi 4.0






                      Pada 1994, seorang pakar media dan      produk andalan yang siap memanjakan kita
               komunikasi  asal  Kanada  bernama  Marshal     sebagai pengguna teknologi.
               McLuhan menyampaikan sebuah pernyataan                Sistem      Informasi    Manajemen
               “Kita yang membentuk alat-alat, dan setelah    Keimigrasian versi baru telah diujicobakan di
               itu   alat-alat   yang   membentuk     kita”.   Tempat  Pemeriksaan  Imigrasi  Bandara  I
               Pernyataan  ini  masih  relevan  hingga  kini   Gusti  Ngurah  Rai.  SIMKIM  terbarukan
               dalam konteks perkembangan teknologi yang      merupakan     titik   kebangkitan   teknologi
               kerap     dinamakan      revolusi
               teknologi 4.0.

                      Dilema  proses  interaksi
               antara  manusia  dan  teknologi
               akan  semakin  rumit  di  era
               disrupsi  seperti  saat  sekarang.
               Perilaku dan kebiasaan kita telah
               terbentuk  dengan  sendirinya
               dengan  teknologi  yang  kita
               ciptakan.

                      Begitu     pun      dunia
               keimigrasian sudah terpengaruh
               dengan  penggunaan  teknologi                  keimigrasian  setelah  SIMKIM  versi  pertama
               dalam     setiap   aktifitasnya.   Teknologi   diluncurkan pada 2008.
               pengambilan dan penggunaan data biometrik
               sebagai identitas setiap orang telah menjadi          Teknologi    informasi   keimigrasian
               hal    wajib   dalam     pengawasan     dan    diimplementasikan tidak hanya dalam rangka
               pemeriksaan keimigrasian.                      mempermudah       masyarakat    menjangkau
                                                              layanan     keimigrasian,    namun      juga
                      Penggunaan  aplikasi  dalam  gawai      memudahkan  tugas  keimigrasian  dalam
               telepon    pintar   semakin    memudahkan      melakukan  pengawasan  dan  pemeriksaan
               masyarakat  dalam  menjangkau  layanan         keimigrasian.  Sekali  lagi,  petuah  yang
               keimigrasian.  Border  Control  Management,    disampaikan  McLuhan  masih  relevan  dan
               Aplikasi antrian paspor, e-office, visa online,   benar  bahwa  teknologi  niscaya  membentuk
               ITAS online, hingga layanan penerbitan Surat   perilaku  kita  dalam  menjalankan  tugas
               Rekomendasi Pemerintah Indonesia menjadi
                                                              dan fungsi keimigrasian. (Redaksi)



               BhumiPura Edisi VI                                                                    5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10