Page 9 - Majalah Bhumipura Edisi 1 Tahun 2018
P. 9

Indonesia yang tinggal di perbatasan sebagai    terjadi  stagnan  tenaga  pengajar.  Guru  bantu
               rekan bisnis mereka.  Pedagang dari Malaysia    sebagai tenaga sukarelawan banyak dilakukan
               lah  yang biasanya menjemput penduduk desa      oleh  TNI  yang  bertugas  di  sekitar  wilayah
               perbatasan  yang  akan  berdagang  ke  Lacau    perbatasan  seperti  terlihat  pada  gambar
               dan  penduduk  yang  dijemput  tidak  harus     dibawah.
               berbelanja atau menjual hasil bumi di toko milik        Banyak hambatan yang mereka hadapi
               pedagang yang menjemputnya.                     dalam  menjalani  profesinya  sebagai  guru.
                      Disamping itu kebanyakan masyarakat      Sejumlah  persoalan  yang  mencuat  adalah
               di  perbatasan  bekerja  di  Malaysia  seperti   keluhan akan kesenjangan yang dialami antara
               misalnya  menjadi  buruh  perkebunan  kelapa    guru yang mengajar di kota dan non perkotaan
               sawit atau buruh bangunan karena upah harian    salah  satunya  adalah  sulitnya  memeroleh
               yang lebih tinggi rata-rata mencapai 100 ringgit   sertifikasi,  terhambatnya  penyaluran  dana
               Malaysia atau lebih kurang setara dengan 350    tunjangan, dan berbagai persoalan yang lebih
               ribu rupiah (sesuai nilai tukar uang) pada waktu   kompleks  yang  dihadapi  oleh  para  guru  di
               transaksi.  Begitu  juga    dengan  petugas  TNI   daerah perbatasan yang dikenal dengan istilah
               yang  bertugas  disana,  mereka  lebih  senang   “ Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal
               berbelanja  kebutuhan  pokok  ke  Malaysia      (Daerah 3T). Daerah 3T adalah daerah-daerah
               karena lebih dekat. Fasilitas di Malaysia dinilai   yang  berbatasan  langsung  dengan  negara-
               jauh  lebih  baik  dari  Indonesia.  Bahkan  di   negara  tetangga  seperti  Malaysia.  Untuk
               perbatasan  Malaysia  sudah  ada  jalan  tol    daerah-daerah  ini,  masalah  yang  muncul
               megah  sedangkan  di  sisi  Indonesia  masih    seperti  letak  geografis  dan  minimnya  sarana
               berupa  hutan  belantara  yang  gelap  tanpa    serta  prasarana.  Persoalan  ini  menjadi
               listrik. Negara Malaysia sendiri tidak punya pos   hambatan  dalam  mewujudkan  pendidikan
               lintas batas, tetapi menurut anggota TNI yang   yang  berkualitas.  Potret  pendidikan  di
               berjaga sebagai Pamtas disana, jika sewaktu-    perbatasan  pun  terkuak  dalam  diskusi
               waktu  ada  sesuatu  di  perbatasan  tank,      “Mencari Solusi Problematika Pendidikan dan
               helikopter,  pesawat  jet  dan  segala  kekuatan   Guru  di  Perbatasan”  yang  digelar  sejumlah
               tentara  mereka  sudah  siap  mendarat  di  atas   anggota  Komisi  X  DPRRI  yang  membidangi
               jalan tol tersebut.                             pendidikan  pada  tahun  2011  yang  lalu    di
                                                               Gedung  DPR  Jakarta,  tapi  sampai  sekarang
               Fasilitas Pendidikan
                                                               tak  ada    perubahan  yang  bearti.  Wajah
                      Pelayanan  sarana  dan  prasarana        pendidikan  di  perbatasan  sangat  berbanding
               pendidikan di Kecamatan Ketungau Hulu dan       terbalik  dengan  apa  yang terjadi  di kota-kota
               Ketungau  Tengah  dapat  dikatakan  sudah       besar  dan  Negara  tetangga.    Sementara
               memenuhi kebutuhan, namun tenaga pengajar       fasilitas  yang  diterima  sangat  terbatas,  buku
               yang berstatus PNS masih sangat kurang.  Di     penunjang sangat minim.  Begitu juga dari sisi
               beberapa  dusun  yang    cukup  jauh  dengan    kesejahteraan,     sangat     memprihatinkan.
               desa dimana terdapat sekolah dasar, banyak      Tunjangan  yang  diberikan  oleh  pemerintah
               murid  berjalan  kaki  menuju  sekolah  dengan   melalui  tunjangan  profesi  dan  tunjangan
               jarak tempuh hingga 1–2 jam perjalanan.         khusus  guru  daerah  perbatasan  masih  bias
               Disamping  itu  tidak  seluruh  guru  mendapat   dan    tidak   jelas.   Makanya      tidaklah
               tunjangan  perbatasan,  sehingga  banyak        mengherankan    banyak  juga  ada  anak-anak
               diantara  mereka  (terutama  guru  honorer)     diperbatasan  yang  kemudian  sekolah  ke
               begitu  diangkat  sebagai  Pegawai  Negeri      Malaysia.  Selain  menjanjikan,  tamatan
               langsung  pindah  ketempat  lain,  akibatnya    SMA di sana juga mendapatkan sertifikat


               BhumiPura Edisi I                                                                     9
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14