Page 6 - Majalah Bhumipura Edisi 1 Tahun 2018
P. 6

MENCERMATI KONDISI TAPAL BATAS NEGARA                        Kondisi  wilayah  perbatasan  yang
              DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT                   umumnya masih memprihatinkan dan terkesan
                                                             terlupakan  dalam  program  pembangunan
                                                             negeri  ini  dapat  menimbulkan  implikasi
                                                             terjadinya  degradasi  sumber  daya  alam  dan
                                                             kualitas   lingkungan,   dehumanisasi,   dan
                                                             dekulturisasi  yang  sangat  serius  sehingga
                                                             secara  makro    dapat  mengarah  kepada
                                                             disintegrasi   wilayah   disamping    sangat
                                                             berpengaruh  pada  integritas  dan  harga  diri
                                                             serta wibawa bangsa di mata Negara tetangga
                                                             khususnya dan dunia pada umumnya.
                                                                    Dilihat  dari  perspektif  keamanan,
                                                             kondisi  daerah  perbatasan  saat  ini  berada
                                                             pada  tahap  mengkhawatirkan.  Hal  tersebut
            Umum.                                            ditandai dengan timbulnya berbagai masalah di
                                                             perbatasan  seperti  penyelundupan  barang,
                    Berbicara tentang tapal batas  negara,   pergeseran  patok  batas  Negara,  pencurian
            Indonesia adalah negara yang memiliki batas      sumber daya alam  dan pelintas batas  illegal.
            wilayah  darat  dan  laut  dengan  beberapa      Daerah  perbatasan  darat  merupakan  daerah
            negara  di  dunia.  Di  darat,  terdapat  3  (tiga)   yang terpencil baik secara geografis dan sosial
            negara  yang  berbatasan  langsung  dengan       ekonomi    sehingga    masyarakat    menjadi
            Indonesia  yaitu  Malaysia,  Timor  Leste  dan   seolah-olah    terpinggirkan.   Kondisi    ini
            Papua  Nugini. Sementara  di  laut  terdapat  10   menjadikan wilayah perbatasan darat memiliki
            (sepuluh)  negara  yang  juga  berbatasan        potensi  kerawanan  aspek  internal  maupun
            langsung  dengan  Indonesia  yaitu  Malaysia,    eksternal.  Dari  aspek  internal  masyarakat
            Filipina,  India,  Thailand,  Vietnam,  Republik   perbatasan  yang  terpencil,  miskin  dan
            Palau,  Australia,  Timor  Leste  dan  Papua     terpinggirkan   akan   memiliki    kesadaran
            Nugini.  Seperti  daerah  lain  di  Indonesia,   nasional  (nasionalisme)  yang  rendah  serta
            wilayah perbatasan juga mengandung potensi       tidak   dapat   diandalkan    sebagai    pilar
            sumber daya alam yang melimpah baik darat        keamanan,       yang      akhirnya     dapat
            maupun  laut  yang  belum  dikelola  dan         membahayakan eksistensi negara. Sedangkan
            dimanfaatkan     secara    optimal,   bahkan     dari  aspek  eksternal,  wilayah  perbatasan
            sentuhan pembangunan di wilayah perbatasan       merupakan  wilayah  terbuka  bagi  pihak  luar
            masih  minim  sehingga  kondisi  wilayah         untuk  masuk  ke  wilayah  NKRI  maupun  bagi
            perbatasan     saat    ini   masih     sangat    warga  negara  Indonesia  untuk  keluar,
            memprihatinkan. Tercatat 27 Kabupaten/Kota       sehingga  apabila  pengamanannya  tidak
            di  wilayah  perbatasan  masih  terbelakang      maksimal,  maka  infiltrasi  dari  luar  dapat
            bahkan  kondisinya  dalam  kategori  berat       membahayakan  kedaulatan  NKRI.  Dalam
            meliputi sarana dan prasarana fisik yang belum   kerangka  nasionalisme  dan  pemerataan
            memadai,  kesejahteraan  masyarakat  yang        pembangunan  serta  menjaga  keutuhan  dan
            masih  dibawah  standar  serta  ekonomi  yang    integritas  bangsa,  tidak  bisa  ditawar  lagi
            nyaris  stagnan,  sehingga  menyebabkan          percepatan    pembangunan      di   kawasan
                wilayah  perbatasan  masih  banyak  yang     perbatasan  perlu  di  realisasikan  secara
                terisolasi.                                  sungguh-sunguh  dan  terprogram,  diperlukan

                  6                                                               BhumiPura  Edisi I
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11