Page 15 - Majalah Bhumipura Edisi 1 Tahun 2018
P. 15

ancaman  terhadap  keamanan  negara  dan        menganut  asas  kebijakan  selektif  (selective
               gangguan terhadap ketertiban umum di negara     policy) yang menegaskan bahwa:
               setempat.  Bagi  Indonesia,  keamanan  tidak    1.  hanya  orang  asing  yang  bermanfaat  yang
               hanya dalam konteks keamanan internal suatu        diperbolehkan masuk dan berada di wilayah
               negara, namun juga dalam sistem keamanan           Indonesia;
               pangan,      kesehatan,     keuangan      dan   2.  hanya    orang     asing    yang     tidak
               perdagangan.  Ancaman  meliputi  hambatan,         membahayakan  keamanan  dan  ketertiban
               tantangan  dan  gangguan.  Dalam  arti  sempit,    umum  yang  diperbolehkan  masuk  dan
               ancaman  dapat  bersifat  terencana  ataupun       berada di wilayah Indonesia;
               residual.  Ancaman  terencana  dapat  berupa    3.  orang  asing  harus  tunduk  pada  peraturan
               subversi  maupun  pemberontakan  dalam             hukum di Indonesia;
               negeri  maupun  infiltrasi,  subversi,  sabotase   4.  orang  asing  yang  masuk  dan  berada  di
               dan invasi. Ancaman residual adalah berbagai       wilayah  Indonesia  harus  sesuai  dengan
               keadaan  dalam masyarakat  yang merupakan          maksud dan tujuannya.
               kerawanan  ekonomi,  sosial  dan  politik  yang
               apabila  tidak  ditangani  secara  tuntas  pada         Berdasarkan  prinsip  ini,  maka  hanya
               waktunya, akan memicu kerusuhan yang dapat      orang asing yang dapat memberikan manfaat
               dipergunakan oleh unsur-unsur subversi atau     bagi  kesejahteraan  rakyat,  bangsa,  dan
               pemberontak untuk kepentingannya                negara, tidak membahayakan keamanan dan
                                                               ketertiban,  serta  tidak  bermusuhan  baik
                      Batasan  yuridis  yang  harus  dipahami   terhadap rakyat yang dapat masuk dan keluar
               dalam konsep prinsip non-refoulement adalah     wilayah  Indonesia.  Bahkan  dalam  tafsir  lain,
               sangat  bergantung  pada  rezim  hukum  yang    pergerakan orang asing tersebut harus dapat
               dianut  oleh  masing-masing  negara.  Politik   sesuai  dengan  ideologi  negara  dan  tidak
               hukum     keimigrasian   yang    dianut   oleh   mengancam keutuhan bangsa.
               Indonesia  saat  ini  adalah  kebijakan  selektif
               (selective policy) yang berdasarkan pada asas           Secara  normatif,  setiap  orang  asing
               kemanfaatan.  Kebijakan  selektif  keimigrasian   yang  masuk  ke  wilayah  Indonesia  harus
               tersebut  ditentukan  dalam  Bagian  Kesatu     memiliki  dokumen  perjalanan  dan  visa  yang
               Penjelasan  Undang-Undang  Nomor  6  Tahun      sah dan masih berlaku. Sehingga tidak semua
               2011 tentang Keimigrasian. Maksudnya, hanya     pencari suaka atau pengungsi sekalipun yang
               orang  asing  yang  membawa  manfaat  bagi      mendapat  jaminan  mutlak  untuk  tinggal  di
               negara  yang  dapat  masuk  dan  tinggal  di    Indonesia    dengan     dalih   prinsip   non-
               Indonesia.                                      refoulement,  bila  dikaitkan  dengan  asas
                                                               kebijakan selektif keimigrasian tersebut.
                      Berdasarkan  prinsip  hukum  dalam
               Pasal  75  dan  Bagian  Kesatu  Penjelasan              Lebih lanjut, kebijakan selektif ini dalam
               Undang-Undang No. 6 Tahun 2011, kebijakan       pelaksanaannya       harus     memperhatikan
               keimigrasian  Indonesia  untuk  orang  asing    keseimbangan  antara  pendekatan  keamanan
                                                               (security  approach)  dan  pendekatan



               BhumiPura Edisi I                                                                    15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20