Page 7 - Checkpoint
P. 7

DISKUSI TARUNA BERSAMA



 DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI


                                                                          Penulis : Tim Redaksi


                                                                          (Hardware) perangkat keras dan upgrade software
                                                                     pada server Direktorat Jenderal Imigrasi sampai  den-
                                                                  gan restrukturisasi SIMKIM semua ini dilakukan deng-
                                                              an memanfaatkan Teknologi Informasi untuk melayani
                                                            masyarakat. " terang Sompie.


























                               Meskipun kini belum semua perwakilan Republik Indonesia telah memiliki SIMKIM, namun
                            Direktorat Jenderal Imigrasi berharap kepada para pejabat dan pegawai di lingkungan Imigr-
                        asi agar dapat terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Imigrasi dalam
                     rangka pelaksanaan fungsi Keimigrasian di luar negeri. “Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri, perlu
                  kerja sama dan harus saling mendukung.”
                  Pada SIMKIM lama atau yang disebut SIMKIM Existing memiliki karakteristik yaitu setiap aplikasi me-
               miliki database sendiri, master data pada masing-masing aplikasi, pembangunan aplikasi secara tra-
           disional, database relasional, pembangunan webservice terpisah-pisah per-aplikasi, aplikasi berbasis we-
         bsite online, dan data warehouse. Sedangkan pada SIMKIM terbarukan akan dilakukan upaya dalam meny-
     empurnakan atau perbaikan dari SIMKIM lama, seperti data base akan dikonsolidasi, penyatuan master data
     aplikasi SIMKIM, pembangunan aplikasi dengan konsep microservices , metode pembangunan aplikasi meng-
     g
     gunakan containeunakan container, data base bersifat relasional dan NoSQL, pembangunan webservice dengan teknologi
     SOA Oracle, Penambahan aplikasi berbasis mobile dengan android dan IOS, dan Big data  (Hadoop).
      Selain itu, Ronni F. Sompie juga menjelaskan perbedaan antara aplikasi lama dengan aplikasi baru. Dalam
    layanan aplikasi lama Layanan paspor input data dilakukan oleh petugas, sedangkan yang baru input data
    dilakukan dengan layanan mobile yang terintegrasi dengan layanan antrian. Sistem Paspor elektronik pada
    aplikasi lama digunakan untuk paspor biasa, sedangkan aplikasi baru bisa diterapkan untuk paspor diplomatik
    dan dinas. Aplikasi lama integrasi data menggunakan sistem EDAS (Enterpise Data Acces Service), aplikasi
    baru menggunakan sistem IDE (Immigration Data Exchange). Perlintasan aplikasi lama biometrik foto dan 10
    j jari, sedangkan aplikasi baru bisa menggunakan biometrik foto dan 2 jari saja. Biometrik pada aplikasi lama ari, sedangkan aplikasi baru bisa menggunakan biometrik foto dan 2 jari saja. Biometrik pada aplikasi lama
    pengambilan data biometric WNI dan WNA, matching hanya untuk WNI, sedangkan aplikasi baru matching
    bisa untuk WNI dan WNA. Aplikasi lama mobile application belum ada, sedangkan aplikasi baru mobile
    application untuk pendaftaran permohonan, pengawasan OA (QR Code reader dan MRZ Reader), LHI dan
    Laporan Was OA.
      Dalam mengakhiri diskusi singkat bersama Ronni F . Sompie selaku Direktur Jenderal Imigrasi, Sompie
    menegaskan bahwa manfaat SIMKIM Terbarukan ialah dapat memonitoring perangkat dan data, selain itu
    juga dapat memudahkan dalam pencarian data dan menampilkan laporan, dan dapat menjawab kebutuhan
    masyarakat yang menginginkan kemudahan dalam mengakses layanan publik. Dengan demikian, fungsi
    keimigrasian yang tercantum dalam undang-undang No 6 tahun 2011 dapat diimplementasikan dengan baik,
    dan meningkatkan kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi dalam hal kepuasan pelayanan publik.
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12